Madiun, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus menunjukkan kreativitas dan inovasi melalui kegiatan pembinaan kemandirian. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan akrilik bekas menjadi karya seni ukir bernilai estetika dan ekonomis, Selasa (20/1).
Akrilik bekas tersebut diolah menjadi berbagai bentuk ukiran bermotif tokoh-tokoh inspiratif. Beberapa hasil karya yang dibuat antara lain ukiran wajah Ny. Deasy Mashudi, KH. Abdul Hamid, dan Sunan Kalijaga. Karya-karya ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana tidak menghalangi warga binaan untuk terus berkarya dan mengasah keterampilan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pemuda Madiun, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan positif dan produktif.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong warga binaan untuk lebih kreatif dan produktif, sekaligus memanfaatkan barang bekas agar memiliki nilai guna dan nilai jual,” ujarnya.
Kristanto menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung pengembangan keterampilan warga binaan melalui penyediaan sarana pendukung serta peningkatan kualitas dan teknik pengerjaan karya.
“Kami berharap karya-karya ini dapat terus berkembang dan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah bebas nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas yang ditunjukkan oleh warga binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi karya-karya yang dihasilkan. Ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas mampu membentuk pribadi yang lebih kreatif, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berkarya serta meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pembinaan di Lapas Pemuda Madiun. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
0 Comments